Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh personal branding terhadap keputusan memilih dengan citra kandidat sebagai variabel mediasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halmahera Tengah tahun 2024. Latar belakang penelitian ini didasari fenomena pergeseran perilaku politik pemilih yang semakin berorientasi pada figur dan citra personal dibanding identitas kultural atau afiliasi partai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik proportional quota sampling dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding berpengaruh positif signifikan terhadap citra kandidat, dan citra kandidat berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan memilih. Namun, pengaruh langsung personal branding terhadap keputusan memilih tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa citra kandidat memediasi secara penuh (full mediation) hubungan antara personal branding dan keputusan memilih. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur tentang pemasaran politik dan perilaku pemilih, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi strategi komunikasi politik berbasis pencitraan untuk kandidat dalam kontestasi elektoral.
Copyrights © 2026