Bangunan Graha Utama Akademi Militer (Akmil) Magelang yang diresmikan pada 29 Januari 2024 merupakan wujud nyata evolusi arsitektur pertahanan Indonesia dari tipologi defensif kolonial menuju arsitektur humanis modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi antara aspek teknis militer, filosofi pertahanan, dan nilai humanisme dalam desain Graha Utama. Metode kualitatif digunakan melalui analisis dokumen teknis, observasi visual, studi literatur, dan wawancara tidak langsung dengan pihak pelaksana proyek. Hasil menunjukkan bahwa Graha Utama menggabungkan struktur baja WF dengan grid kolom 8 meter untuk menciptakan ruang seremonial terbuka yang fleksibel, sekaligus mempertahankan hierarki fungsional melalui elevasi vertikal (LT.1: publik, LT.2: semi-publik, LT.3: privat). Material seperti kayu ulin dan granit dipilih tidak hanya untuk ketahanan iklim tropis, tetapi juga untuk menyampaikan identitas nasional dan kenyamanan psikologis. Secara filosofis, bangunan ini mencerminkan pergeseran dari “benteng pemisah” menjadi “ruang diplomasi” yang memfasilitasi kerja sama pertahanan internasional. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur militer kontemporer harus menyeimbangkan rigoritas teknis, simbolisme institusional, dan kebutuhan manusia sebagai penghuni—suatu paradigma yang relevan untuk pengembangan infrastruktur pertahanan masa depan di Indonesia.
Copyrights © 2026