Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah besaran jeuname dengan mayam yang tinggi di Provinsi Aceh masih relevan dengan struktur sosial kontemporer dan mengetahui bagaimana Islam memandang hal tersebut dengan sudut pandang mashlahah mursalah. Penelitian ini diteliti dengan penelitian kualitatif melalui studi lapangan (field research) dan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang ada di lapangan dengan mewawancarai tokoh masyarakat, lembaga adat, dan tokoh agama, serta data dari berbagai literatur, lalu menyusun data agar sistematis, kemudian menganalisis dengan sudut pandang mashlahah mursalah. Hasil penelitian ini melalui analisis mashlahah mursalah menunjukkan bahwa penetapan jeuname dengan mayam yang tinggi tidak lagi relevan dengan zaman sekarang yang mana sudah terjadi perubahan pada struktur sosial kontemporer, ditambah adanya mafsadat yang muncul dari penetapan jeuname dengan mayam yang tinggi. Kemudian, diketahui bahwa mempertahankan jeuname dengan mayam yang tinggi tidak direkomendasikan untuk dijalankan dalam struktur sosial kontemporer.
Copyrights © 2025