Manusia adalah agen perubahan dalam peradabannya. Akal menjadikan manusia sebagai mahluk yang berpikir dalam mendefinisikan lingkungan alam dan sosial, sekaligus menemukan metode penyelesaian dan penentuan sikap terhadap apa yang diasumsikan. Selain itu, manusia adalah mahluk politik/sosial bahwa setiap tindakan manusia yang memiliki tujuan harus dibatasi oleh kaidah umum agar menjaga stabilitas sosial. Penguasa sebagai bagian hierarki pemerintahan berpotensi menciptakan hoax terstruktur bagi masyarakat demi kepentingan politik melalui wacana post-truth. Dalam setiap babakan sejarah post-truth menjadi alat pengendali masyarakat sehingga kebenaran dalam suatu informasi digiring demi kepentingan kelompok penguasa. Sehingga diperlukannya berpikir kritis dalam menyerap informasi yang harus berdasarkan fakta dan data. Perlunya sikap simpati hipotesa dalam segala pemikiran, ideologi dan informasi dari orang lain sebagai bagian yang membentuk pola pikir yang murni. Sikap inilah yang kemudian membawa masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dapat menikmati demokrasi yang sehat dan sepenuhnya di tangan rakyat dan untuk kepentingan rakyat.
Copyrights © 2026