Kekuatan sastra terletak pada kemampuannya menghubungkan pengalaman pribadi dengan makna universal, sehingga trauma menjadi lebih mudah dipahami dan diterima dalam konteks sosial maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman traumatis melalui tokoh Satine dan Ash dalam novel Satine karya Ika Natassa. Menggunakan pendekatan teori trauma modern yang digagas oleh Cathy Caruth. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Satine karya Ika Natassa menghadirkan representasi trauma secara kompleks melalui narasi yang terfragmentasi dan penuh simbol melalui potongan-potongan ingatan yang muncul tiba-tiba dan tidak berurutan. Penggunaan metafora, simbol, serta pengulangan adegan dan pertanyaan menjadi strategi naratif untuk menggambarkan luka psikologis yang sulit diungkapkan secara langsung. Trauma dalam novel ini tampak bekerja melalui keheningan, keterputusan bahasa, dan pergeseran emosi, sehingga cerita menjadi tidak linear dan sering kali melompat-lompat. Dengan demikian, novel Satine tidak hanya menampilkan trauma sebagai tema, tetapi juga sebagai metode penceritaan yang mengacaukan kohesi narasi dan memunculkan pengalaman pembacaan yang penuh ketegangan emosional.
Copyrights © 2026