Lahan gambut merupakan sumber daya lahan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam hal penyimpan air dan penyimpanan karbon. Perubahan penggunaan lahan gambut berpotensi memengaruhi sifat fisik tanah yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan tanah gambut dalam menyerap air. Laju infiltrasi merupakan parameter yang menunjukkan seberapa besar air hujan yang dapat meresap. Hasil laju infiltrasi berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi tanaman dan menjadi indikator penting dalam upaya mencegah degradasi lahan dan risiko banjir maupun kekeringan. Infiltrasi yang baik mencerminkan kondisi fisik tanah gambut yang baik juga, ini untuk memastikan keberlanjutan ekosistem lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi menggunakan model Horton, Philip dan Kostiakov dan menganalisis perbedaan sifat fisik tanah pada penggunaan lahan karet, nanas dan kelapa sawit di Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sampel tanah setiap lokasi penelitian ditentukan 5 titik pengamatan. Analisis sifat fisik tanah yang dilakukan menggunakan ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil uji pada parameter kadar serat gambut, bobot isi tanah, kadar air kondisi dan kapasitas lapangan, porositas tanah dan permeabilitas tanah menunjukkan berbeda tidak nyata. Hasil pengukuran laju infiltrasi di lapangan dan analisis model menunjukkan laju infiltrasi tertinggi hingga terendah yaitu kebun karet, kebun nanas dan kebun sawit. Kemudian dilakukan uji kesesuaian menggunakan Mean Absolute Error, Root Mean Square Error dan Nash-Sutcliffe Efficiency didapatkan model terpilih ketiga penggunaan lahan yaitu model Philip.
Copyrights © 2025