Latar belakang: Mahasiswa kedokteran sering menghadapi tekanan tinggi dari kurikulum dan jadwal yang padat sehingga mahasiswa kedokteran rentan mengalami stress akademik dalam jangka waktu yang lama (academic burnout). Adanya stress yang ini mempengaruhi sikap mahasiswa dalam proses pembelajaran yang membuat mereka lebih sering memilih untuk menunda pekerjaan yang harus dilakukan. Tujuan: Mengetahui hubungan hubungan academic burnout dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini adalah penelitian mahasiswa program studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran UIN Maulana malik Ibrahim Malang sebanyak 99 responden. Instrument yang digunakan adalah Maslach Burnout Syndrome Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk menilai tingkat academic burnout dan Academic Procrastination Scale (APS) untuk menilai tingkat prokrastinasi akademik. Hasil: Analisis univariat didapatkan dan (93,5%) mahasiswa yang mengalami prokrastinasi akademik sedang dan (92,5%) mahasiswa mengalami burnout sedang. Hasil analisis bivariat dengan uji korelasi spearman rank didapatkan nilai signifikasi 0,000 (p0.05) dengan nilai korelasi 0,430 yang termasuk dalam kategori sedang. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara academic burnout dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hasil mengindikasikan semakin tinggi burnout maka semakin tinggi juga prokrastinasi akademik yang tinggi.
Copyrights © 2025