Kritis
Vol 34 No 2 (2025)

RESILIENSI PELAKU MALE PAGEANT DI PROVINSI JAWA TIMUR TERHADAP FENOMENA TOXIC MASCULINITY DITILIK TEORI REIVICH AND SHATTE

Muhamad Khoirul Anam (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Fenomena toxic masculinity kian marak di berbagai ruang sosial, termasuk dalam industri male pageant yang berkembang pesat di Provinsi Jawa Timur. Peserta sering dihadapkan pada stereotip maskulinitas tradisional yang menuntut mereka untuk selalu tampil kuat, dominan, dan menekan ekspresi emosional. Tekanan ini dapat memicu stigma, diskriminasi, serta berdampak negatif pada kesehatan psikologis. Dalam konteks tersebut, resiliensi menjadi kemampuan penting yang memungkinkan individu bertahan dan beradaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi bentuk, faktor, serta mekanisme resiliensi pelaku male pageant terhadap toxic masculinity, dengan mengacu pada tujuh faktor resiliensi Reivich dan Shatté. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap peserta aktif dan alumni, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pelaku male pageant didominasi oleh kekuatan internal berupa self-efficacy, regulasi emosi, dan optimisme, yang diwujudkan melalui penerimaan serta pengembangan diri, penegasan keunikan pribadi, pengendalian impuls, dan fokus pada prestasi. Faktor eksternal seperti dukungan sosial berperan sebagai penguat yang memberi validasi dan perspektif positif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi strategi internal dan eksternal membentuk resiliensi yang proaktif dan berkelanjutan, memungkinkan peserta tidak hanya bertahan, tetapi juga mengubah stigma menjadi motivasi untuk berkembang secara personal dan profesional.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

kritis

Publisher

Subject

Social Sciences Other

Description

KRITIS adalah Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin (Journal of Interdiciplinary Development Studies) yang isinya berkaitan dengan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihan-pilihan ...