Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Peningkatan Resiliensi Berbasis Asset Based Community Development Pada Pelaku Industri Homestay (Studi: Desa Wisata Kampung Majapahitan Bejijong) Muhamad Khoirul Anam; Afri Lukman Hakim; Luna Arafatul Nikmah; Ricardo Bryan Nitbani; Fairuz Zahirah Zihni Hamdan
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3379

Abstract

Desa Wisata Kampung Majapahitan Bejijong merupakan salah satu destinasi wisata berbasis budaya di Kabupaten Mojokerto yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan resiliensi pelaku industri homestay melalui pendekatan Asset Based Community Development. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan rasionalistik, serta teknik penentuan informan menggunakan snowball sampling yang melibatkan empat informan kunci. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku industri homestay memiliki aset sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang cukup potensial dalam mendukung keberlanjutan pariwisata. Namun demikian, pemanfaatan aset tersebut belum optimal karena keterbatasan kapasitas dalam pengelolaan sampah, pemahaman nilai budaya, serta strategi promosi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui pelatihan pengelolaan sampah, pemahaman makna fasad arsitektur Majapahitan, serta penguatan branding melalui media promosi wisata. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi resiliensi berbasis aset lokal guna mendukung keberlanjutan desa wisata berbasis homestay.
Eksplorasi Bentuk Adaptasi Sosial terhadap Ancaman Climate Change pada Masyarakat Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang Firmansyah Permadi Rastanto; Bayu Kurnia Sandi; Kinaya Rizqina Adji; Endry Purwaningsih; Farrel Pradipa Aryasatya Santoso; Khairun Nisa; Muhamad Khoirul Anam; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Sosial Humaniora Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j.24433527.v18i2.10423

Abstract

This study explores the forms of social adaptation among coastal communities on Mandangin Island, Sampang Regency, in response to the growing impacts of climate change. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, the research involved six informants, consisting of key and main participants. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, then analyzed using content analysis to identify emerging social adaptation patterns. The findings reveal four main forms of social adaptation: (1) solidarity and mutual cooperation, which strengthen collective responses during environmental crises; (2) social independence, reflected in rainwater management and livelihood diversification; (3) community resilience, built through cooperation and flexible economic strategies; and (4) collective awareness and local knowledge, which guide communities in interpreting environmental signals and maintaining ecosystem balance. These social mechanisms demonstrate that resilience among coastal communities is rooted not only in physical adaptation but also in cultural values, shared experiences, and social cohesion. Therefore, enhancing social capital, preserving local wisdom, and integrating community-based strategies into climate policies are essential for achieving sustainable coastal development.
Optimization of Bioethanol Production From Chlorella Vulgaris With Ca2+,Mg2+, and Zn2+ Ion Suplements Through Separated Hydrolysis and Fermentation Using Respon Surface Methodology Muhammad Fakhrudin Zukhri; Afan Hamzah; Muhamad Khoirul Anam
IPTEK The Journal of Engineering Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23378557.v11i1.a22740

Abstract

Indonesia, with its wealth of natural resources, has the potential to develop bioethanol as an alternative to diminishing fossil energy sources. Third-generation bioethanol is a form of renewable energy and an environmentally friendly fuel derived from non-conventional biomass resources, particularly from microorganisms such as algae and cyanobacteria. This study focuses on optimizing the bioethanol production process from the microalga Chlorella vulgaris using the Separated Hydrolysis and Fermentation (SHF) method, with the addition of calcium ions (Ca^2+), magnesium ions (Mg^2+), and zinc ions (Zn^2+) to enhance bioethanol yield and concentration. The research procedure includes raw material pretreatment, acid hydrolysis, liquefaction, saccharification, fermentation, and distillation. The distillate samples are analyzed for bioethanol concentration using a refractometer and bioethanol density with a pycnometer. The effect of added medium components on the fermentation process is statistically analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) in MINITAB Statistical Software and Response Surface Methodology (RSM) in DESIGN EXPERT 13. Statistical optimization of the fermentation process is performed using Central Composite Design (CCD). ANOVA analysis reveals significance with a P-Value < 0.0001 for bioethanol yield and concentration. Optimization results indicate an optimal yield of 17.087 percent with a concentration of 165.592 grams per liter, achieved with the addition of Ca^2+ at 164.755 parts per million, Mg^2+ at 146.279 parts per million, and Zn^2+ at 38.516 parts per million.
RESILIENSI PELAKU MALE PAGEANT DI PROVINSI JAWA TIMUR TERHADAP FENOMENA TOXIC MASCULINITY DITILIK TEORI REIVICH AND SHATTE Muhamad Khoirul Anam
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.17929

Abstract

Fenomena toxic masculinity kian marak di berbagai ruang sosial, termasuk dalam industri male pageant yang berkembang pesat di Provinsi Jawa Timur. Peserta sering dihadapkan pada stereotip maskulinitas tradisional yang menuntut mereka untuk selalu tampil kuat, dominan, dan menekan ekspresi emosional. Tekanan ini dapat memicu stigma, diskriminasi, serta berdampak negatif pada kesehatan psikologis. Dalam konteks tersebut, resiliensi menjadi kemampuan penting yang memungkinkan individu bertahan dan beradaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi bentuk, faktor, serta mekanisme resiliensi pelaku male pageant terhadap toxic masculinity, dengan mengacu pada tujuh faktor resiliensi Reivich dan Shatté. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap peserta aktif dan alumni, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pelaku male pageant didominasi oleh kekuatan internal berupa self-efficacy, regulasi emosi, dan optimisme, yang diwujudkan melalui penerimaan serta pengembangan diri, penegasan keunikan pribadi, pengendalian impuls, dan fokus pada prestasi. Faktor eksternal seperti dukungan sosial berperan sebagai penguat yang memberi validasi dan perspektif positif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi strategi internal dan eksternal membentuk resiliensi yang proaktif dan berkelanjutan, memungkinkan peserta tidak hanya bertahan, tetapi juga mengubah stigma menjadi motivasi untuk berkembang secara personal dan profesional.
Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Aspek Ekonomi pada Masyarakat Kawasan Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang Muhamad Khoirul Anam; Firmansyah Permadi Rastanto; Bayu Kurnia Sandi; Kinaya Rizqina Adji; Endry Purwaningsih; Farrel Pradipa Aryasatya Santoso; Khairun Nisa; Arwi Yudhi Koswara
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ljsp.v5i1.23153

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat pesisir, terutama di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Pulau ini menghadapi tantangan serius akibat penurunan hasil tangkapan ikan, perubahan pola cuaca, serta keterbatasan sumber daya air bersih yang memengaruhi stabilitas pendapatan dan kesejahteraan warga. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak ekonomi perubahan iklim terhadap masyarakat Pulau Mandangin dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten hasil wawancara mendalam. Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu diversifikasi penghidupan, ketahanan pendapatan, akses terhadap modal, dan jaringan ekonomi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan tinggi pada sektor perikanan, keterbatasan modal, serta lemahnya kelembagaan lokal menyebabkan masyarakat rentan secara ekonomi. Namun, muncul inisiatif lokal seperti bank sampah, perdagangan kecil, dan gagasan ecotourism yang mencerminkan potensi adaptif masyarakat. Penguatan kapasitas ekonomi dan pembiayaan inklusif diperlukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Pulau Mandangin terhadap perubahan iklim.