Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas dua metode pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), yaitu luring (tatap muka), dan daring (online) Pendekatan kuantitatif melalui uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara metode pelatihan, dengan nilai t-hitung (5,537) lebih besar dari t-tabel (2,262) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa metode luring lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman, internalisasi nilai-nilai Pancasila, serta penguatan karakter dan interaksi afektif peserta. Analisis SWOT memperkuat temuan tersebut, di mana metode luring unggul dalam aspek kedisiplinan, suasana belajar kondusif, dan interaksi sosial, sementara metode daring unggul dalam efisiensi biaya, fleksibilitas, dan jangkauan luas. Metode blended learning direkomendasikan sebagai pendekatan adaptif yang mengkombinasikan keunggulan keduanya. Oleh karena itu, kebijakan pelaksanaan PIP ke depan perlu dirancang secara evidence-based dan kontekstual untuk memastikan efektivitas pembinaan ideologi secara berkelanjutan di era transformasi digital.
Copyrights © 2025