Transformasi digital merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas proses bisnis di sektor publik, termasuk dalam pengelolaan anggaran negara. Namun, pengukuran tingkat kematangan proses bisnis di instansi pemerintah Indonesia masih jarang dilakukan menggunakan model internasional yang terstandar. Penelitian ini memiliki kebaruan pada penerapan Business Process Maturity Model (BPMM) dari Object Management Group (OMG) pada konteks pemerintahan Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan. Dengan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan lima level BPMM yang mencakup aspek tata kelola, standardisasi, pengukuran kuantitatif, dan inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DJA telah mencapai Level 5 (Innovating), yang mencerminkan proses bisnis adaptif dan berbasis data dengan budaya inovasi yang berkelanjutan. Temuan ini memperluas literatur mengenai penerapan BPMM di sektor publik dan memberikan kontribusi praktis dalam penguatan tata kelola pemerintahan digital. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya integrasi sistem informasi antarunit dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung konsistensi dan efektivitas implementasi proses bisnis.
Copyrights © 2026