Latar Belakang: Media sosial kini menjadi wadah utama bagi remaja dalam berkomunikasi dan mencari hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memengaruhi perkembangan kecerdasan emosional mereka. Kecerdasan emosional sendiri memiliki peran penting dalam kemampuan individu untuk mengenali, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat, sekaligus membangun relasi sosial yang sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas dan unsur penggunaan media sosial dengan kecerdasan emosional pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 siswa kelas VIII dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kecerdasan emosional (33 item), intensitas penggunaan media sosial (5 item), dan unsur penggunaan media sosial (7 item) yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau-c. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial yang sering (68,1%), unsur penggunaan media sosial tergolong baik (64,4%), dan tingkat kecerdasan emosional sedang (61,5%). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan media sosial (p=0,035) dan unsur penggunaan media sosial (p=0,018) dengan kecerdasan emosional. Kesimpulan: Intensitas dan kualitas penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kecerdasan emosional remaja. Penggunaan yang bijak dan terarah dapat mendukung perkembangan emosional, sedangkan penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Copyrights © 2025