Pelayanan kefarmasian merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berperan langsung dalam menjamin penggunaan obat yang aman, tepat, dan efektif. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator utama dalam menilai mutu layanan, khususnya bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) yang mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Simpang Tuntungan Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan instrumen berbasis lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Sampel penelitian berjumlah 85 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya gap negatif pada empat dimensi, yaitu responsiveness (-0,3), assurance (-0,24), reliability (-0,24), dan tangibles (-0,08), yang menandakan ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pasien. Sementara itu, dimensi empathy (0,03) menunjukkan gap positif, yang berarti pasien merasa cukup puas terhadap perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh petugas farmasi selama proses pelayanan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga diperlukan upaya peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan, terutama pada aspek ketanggapan dan jaminan pelayanan.
Copyrights © 2025