Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis perundungan (bullying) terhadap anak usia dini serta upaya pencegahannya melalui penguatan literasi karakter di SDN 007 Seri Kuala Lobam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian siswa kelas IV–VI yang berjumlah 94 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta refleksi diri siswa yang dituliskan pada catatan tempel setelah mengikuti sosialisasi “Stop Bullying, Ayo Berteman Asyik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasakan sedih (41,44%) ketika dirundung, diikuti dengan sakit hati/marah (25,26%), takut/malu (13%), biasa saja (15%), dan kategori lainnya (2,2%). Temuan ini menegaskan bahwa perundungan tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berimplikasi serius terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademis siswa. Kegiatan sosialisasi terbukti membantu meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan membangun hubungan pertemanan yang sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter literasi memiliki peran penting dalam mencegah praktik perundungan di sekolah dasar. Oleh karena itu, pencegahan perundungan perlu dilakukan secara kolaboratif oleh sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Copyrights © 2026