Penelitian ini mengkaji resistensi sosial pedagang Pasar Ploso terhadap kebijakan rehabilitasi pasar yang dianggap minim partisipasi dan kurang transparan. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis bagaimana pedagang merespons kebijakan yang dibuat secara top-down. Kerangka teori James C. Scott tentang resistensi social digunakan untuk membaca respon pedagang terhadap kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi muncul dalam bentuk penundaan relokasi, berjualan di area terlarang, ketidakpatuhan halus, serta keluhan informal akibat ketidakpastian ekonomi dan ketimpangan informasi. Penelitian menyimpulkan bahwa resistensi terjadi karena kebijakan tidak membuka ruang negosiasi dan kurang melibatkan pedagang, sehingga legitimasi sosial kebijakan menjadi lemah.
Copyrights © 2025