Surabaya dalam penanganan banjir di Kota Surabaya. Permasalahan muncul karena partisipasi warga seringkali tidak diimbangi dengan respons kelembagaan yang cepat dan tepat. Kegelisahan akademik dalam penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara aspirasi warga yang disampaikan melalui forum formal dan efektivitas tindakan yang diambil oleh DPRD sebagai representasi politik lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan analisis dokumen, serta dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa warga terlibat aktif dalam kerja bakti, pelaporan banjir, dan Musrenbang, namun DPRD belum sepenuhnya responsif dalam menindaklanjuti aspirasi tersebut. Dengan menggunakan teori partisipasi masyarakat dan responsivitas pemerintah, studi ini menekankan pentingnya sinergi antara warga dan DPRD untuk menciptakan tata kelola lingkungan yang inklusif dan berkeadilan.
Copyrights © 2025