Artikel ini menganalisis bagaimana Majalah Aula memberitakan dan mengamati hubungan NU dan pemerintah Orde Baru. Majalah Aula merupakan media massa milik NU yang terbit pertama kali pada tahun 1978 dan menjadi media profesional pada tahun 1984, tepatnya pada Muktamar 1984 di Situbondo. Dengan membaca kembali konten-konten Majalah Aula yang terbit pada tahun 1984-1998, penelitian ini ingin melihat sikap para aktor NU dalam merespon kebijakan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi NU-pemerintah cukup dinamis. Dalam isu-isu tertentu NU bersikap yang sangat kritis. Namun saat NU menerima Pancasila sebagai ideologi pada Muktamar 27 Situbondo, NU mengambil sikap lebih akomodatif. Kendati demikian ada kecenderungan yang bersifat ambigu yang tidak mudah dipahami oleh publik secara luas dengan komentar kyai NU yang berbeda dengan sikap organisasi. Sebagai media komunitas, pemberitaan Aula kurang obyektif karena selalu mendukung kebijakan organisasi meskipun pada kenyataannya berbeda dengan sikap kyai NU secara umum.
Copyrights © 2025