Transformasi digital yang berkembang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk pada dimensi ketahanan nasional dan pembangunan nasional. Di satu sisi, digitalisasi memberikan peluang besar dalam meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing nasional, namun di sisi lain juga menghadirkan ancaman non-fisik yang kompleks, seperti disinformasi, radikalisme digital, polarisasi sosial, dan kejahatan siber. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan fondasi nilai dan karakter kebangsaan agar pemanfaatan teknologi digital tetap selaras dengan kepentingan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi nilai Bela Negara dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus mendukung pembangunan nasional pada era transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap regulasi, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Bela Negara, yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan terhadap Pancasila, sikap rela berkorban, serta kemampuan awal Bela Negara, memiliki peran strategis dalam membangun kewargaan digital yang beretika, meningkatkan literasi dan keamanan siber, serta memperkuat ketahanan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya di ruang digital. Selain itu, internalisasi nilai Bela Negara juga berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia digital yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab, sehingga mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi nilai Bela Negara dalam ekosistem digital menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas nasional dan memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan karakter kebangsaan
Copyrights © 2026