Instagram merupakan media sosial yang banyak digunakan mahasiswa dan berperan dalam membentuk cara mereka berkomunikasi serta mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana intensitas penggunaan Instagram membentuk self-disclosure mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap mahasiswa pengguna aktif Instagram yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya membagikan konten berupa aktivitas dan ekspresi yang bersifat umum, sementara informasi pribadi dibagikan secara terbatas. Aktivitas mengunggah konten dapat menimbulkan perasaan senang, lega, maupun kurang percaya diri. Respons pengguna lain seperti like dan komentar memengaruhi keberanian mahasiswa dalam mengekspresikan diri. Respons positif mendorong keterbukaan, sedangkan kekhawatiran terhadap penilaian negatif membuat mahasiswa lebih berhati-hati. Secara keseluruhan, intensitas penggunaan Instagram membentuk pola self-disclosure yang selektif. Mahasiswa belajar mengatur batas antara informasi yang layak dibagikan kepada publik dan yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri. Dengan demikian, Instagram berperan dalam membentuk kesadaran mahasiswa terhadap pengelolaan ekspresi diri dan privasi di ruang digital.
Copyrights © 2026