Abstrak: Penelitian ini menyelidiki penggunaan pemikiran kritis dalam filsafat Islam sebagai dasar untuk menilai dan mengevaluasi teori ekonomi kontemporer. Dalam tradisi Islam, pemikiran kritis tidak hanya berfokus pada penalaran logis, tetapi juga mencakup refleksi spiritual dengan menggabungkan akal dan wahyu sebagai sumber kebenaran yang saling melengkapi. Melalui pendekatan ini, ekonomi Islam mampu memberikan kritik mendalam terhadap asumsi dasar ekonomi modern, seperti konsep homo economicus, sekularisasi pengetahuan, serta orientasi materialistik yang menempatkan manusia sebagai makhluk rasional semata tanpa memperhitungkan dimensi moral, etis, dan transendental. Selain itu, penelitian ini mengulas landasan epistemologis ekonomi Islam yang bersumber dari wahyu, nalar, realitas sosial, serta pengalaman sejarah umat, sehingga melahirkan sistem pemikiran yang holistik dan humanistik. Etika, keadilan sosial, keberlanjutan, dan nilai kemaslahatan menjadi inti dalam praktik ekonomi Islam, berbeda dengan pendekatan konvensional yang cenderung menekankan efisiensi dan akumulasi kekayaan. Berdasarkan analisis literatur akademik, penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi Islam tidak hanya berfungsi sebagai kritik terhadap sistem global, tetapi juga menawarkan alternatif transformatif yang lebih adil, seimbang, dan selaras dengan tujuan kemanusiaan serta kebutuhan peradaban modern.
Copyrights © 2025