cover
Contact Name
Fenti Febriani
Contact Email
fentifebriani@radenfatah.ac.id
Phone
+6285211818148
Journal Mail Official
elfikr_uin@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri KM. 3.5 Kel, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
ISSN : 28096657     EISSN : 28091728     DOI : https://doi.org/10.19109/el-fikr.v3i2
El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam [Journal of Aqidah and Islamic Philosophy) is open access scholarly journal, publishing peer reviewed studies of Theology and The Islamic Philosphy. It is available online immediately upon final acceptance, thus making journal content more quickly available to scholars, policy-makers, and practitioners. El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam [Journal of Aqidah and Islamic Philosophy) publishes regular research papers, reviews, communications and reports on research projects. In addition, the journal accepts comprehensive book reviews by distinguished authors and discussions of important venues for the publication of scholarly work in the study of Theology and Islamic Philosphy. El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam [Journal of Aqidah and The Islamic Philosophy) aims to serve the interests of a wide range of thoughtful readers and academic scholars of Theology and Islamic Philosophy , as well as theologians, philosophers, Islamic traditions, methaphysicians, and others interested in the multidisciplinary study of Aqidah and The Islamic Philosophy. Subject Areas: The articles were published in the Journal of EL-FIKR include the results of the qualitative and quantitative research field; conceptual; and a literature review. The series of studies of Theology and Islamic philosophy which covers aspects of doctrine, thought and phenomena that can be studied with the approach of philosophy and invites contributions from scholars in various fields, notably: theology islamic traditions theoretical or methodological discussions thoughts, ideologies and philosophies philosophy of religion tasawuf metaphysic Islamic ethics Islamic art book review on subject matter.
Articles 65 Documents
PEMIKIRAN TAN MALAKA DALAM PERSPEKTIF METAFISIKA
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2017): eL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.072 KB)

Abstract

Metafisika salah satu bentuk filsafat dalam memahami esensi makna, dalam logika mystika tergambar pada kepercayaan Mesir kuno, orang Indonesia asli. Menurut Tan Malaka segala yang ada dan yang mungkin ada atau yang tidak ada sama sekali, bahkan segala sesuatu yang terdapat dibalik yang ada ini, akan dapat diketahui esensinya jika menggunakan cara berfikir metafisika. Pada kenyataannya sejarah dapat memberikan makna pada hidup manusia, berperan memperbaiki masa depan manusia. Semua yang ada ini berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, untuk mengetahui kaitan yang satu dengan yang lain melalui cara berfikir dialektika. Tan Malaka menganggap bahwa Bangsa Indonesia memiliki tiga kategori dalam kepercayaan: Percaya pada kodratnya semua; percaya pada jiwa; kepercayaan pada hantu: Kepercayaan pada kodrat merupakan kepercayaan terhadap adanya energi atau kekuatan yang tersimpan dalam benda atau roh yang bisa bergerak atau melakukan sesuatu dengan sendiri. Kepercayaan ini masih ada pada masyarakat Indonesia sampai sekarang. Tentang jiwa manusia menurut Tan Malaka, jiwa ditentukan melalui tiga hal yaitu; akal, perasaan, dan kemauan. Dengan akal diketahui sifat benda, dan baik buruknya kelakuan manusia, perbuatan selalu berkaitan dengan perasaan. Ketiganya berkaitan satu sama lain. Tidak mungkin orang mengetahui materi (benda) yang tidak memiliki kaitan dengan indra.
KONTRIBUSI METODOLOGIS MUHAMMAD ABED AL-JABIRI DALAM STUDI ISLAM
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2017): eL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.477 KB)

Abstract

Muhammad Abed al-Jabiri is a figure of one of the Muslim philosophers living in the modern-contemporary era, al-Jabiri mindset or style of thinking is similar to other modern paradigms such as M.Arkoun who deconstructs to understand the true nature of the text. Muhammad Al Abid Al -Jabiri tries to offer new approaches to Islamic studies. As in his book Naqd al-'Aql al-'Aroby (Arabic reasoning), Takwin al-'Aql al-'Aroby (Arabic logic formation), Bunyah al-'Aql al 'Aroby (Arabic logical structure), critically offered New and simultaneous methods of criticism of old-fashioned Arabic epistymology. The offer displayed by al-Jabiri is to categorize these patterns of thought (dialectical), burhani (demontrative) and 'irfani (gnosis). The first approach is the naqli (traditional) model, the two models of the aqli (rational) approach, and the three kasyf (mystical) models. Old model approaches are thought to cause new problems. Therefore, inevitably changing the paradigm of thought is a necessity. And al-Jabiri provides answers with three models of thinking above which will provide answers to the problems that moncul in today's modern era.
KEBEBASAN BERPIKIR DAN BERKEYAKINAN DALAM PERSPEKTIF JAMAL AL-BANNA
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2017): eL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.904 KB)

Abstract

”Diskurus Kebebasan ( Al-Hurriyah ) manusia, terlebih dalam berpikir dan beragama selalu menarik untuk terus diperbincangkan, hal ini tidak saja menjadi penting karena teologi kekerasan atas nama sebuah keyakinan tak jarang menghiasi perjalanan panjang sejarah umat Islam. Lihat saja misalnya Imam Mazhab Ahmad Ibnu Hambali perna dirajam akibat perbedaan pendapat tentang ” Kholqul Qur’an ” dimasa rezim Mu’tazilah berkuasa, atau beranjak ke masa kontemporer vonis murtad yang dijatuhkan dan kekerasan yang menimpa beberapa cendekiawan muslim , sebut saja Farag Foudah, Nashr Hamid Abu Zaid, M.Shahrour dan lainnya. Lebih dari itu landasan doktrinal Islam khususnya AlQur’an dan Al-Hadits sering kali dijadikan alasan untuk mengekang kebebasan berpikir dan berkeyakinan. Adalah Jamal al-Banna seorang pemikir yang terbilang sangat kontroversial dan sporadis apabila disejajarkan dengan pemikir Timur Tengah lainnya. Memiliki paradigma progresif dalam hal ini, baginya kebebasan adalah fundamental dari ajaran Islam yang sering dikebiri oleh para ulama tradisional, protes kerasnyapun sering mengagetkan banyak pihak yang selalu mengaku dirinya sebagai wakil tuhan di planet bumi ini”
PEMIKIRAN FILSAFAT IBNU SINA (Filsafat Emanasi, Jiwa dan Al-Wujud)
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2017): eL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.011 KB)

Abstract

Makalah ini mencoba membahas salah satu sosok filosof muslim terkemuka, Ibnu Sina. Menarik untuk dikaji, karena corak berfikir filosofisnya banyak diilhami oleh cara berfikir filsafat Plato daan Aritoteles. Namun demikian, ia tidak meninggalkan jati dirinya sebagai seorang filosof muslim. Ia telah berhasil menampilkan pemikiran filosofis dengan coraknya tersendiri yang belum pernah ada dalam wacana pemikiran para filosof Yunani sebelumnya.
SPIRIT KEBENARAN: JEMBATAN ANTARA ILMU DAN AGAMA
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2017): eL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.591 KB)

Abstract

Pembahasan kali ini mencoba untuk mengaitkan review film Contact yang berkaitan dengan filsafat ilmu pengetahuan dan agama. Beberapa hal menjadi garis besar dalam pembahasan ini antara lain adalah: kebenaran, tidak semua kebenaran adalah fakta, dan kaitan antara filsafat dan agama
Nilai-Nilai Simbol Terhadap Penggunaan Anyaman Tikar Lulup dalam Tradisi Pernikahan di Desa Pedamaran Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2020): El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.093 KB)

Abstract

Abstrak Tikar Lulup adalah sebuah anyaman tikar yang berbeda dari tikar yang lain. Perbedaannya adalah anyaman Tikar Lulup ini dipakai dalam acara pernikahan dan diyakini oleh masyarakat yang akan membawa keberkahan serta menghindarkan dari segala macam keburukan. Tikar Lulup ini adalah sebuah tradisi yang masih di percayai dalam masyarakat. Kepercayaan masyarakat ini di doktrin oleh banyaknya pantangan-pantangan yang terjadi bilamana kita tidak memakainya. Dengan demikian, seiring dengan perkembangan zaman Anyaman Tikar Lulup ini masih eksis sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Perkembangan Anyaman Tikar Lulup Terkait Pentingnya dalam Pernikahan dan Makna Simbol yang Terkandung dalam Anyaman Tikar Lulup pada Tradisi Pernikahan. Jenis penelitian ini menggunakan metode (field research) yang bersifat kualitatif dengan cara melakukan penelitian langsung ke lokasi yang menjadi objek penelitian di Desa Pedamaran Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Anyaman Tikar Lulup dalam tradisi pernikahan di desa Pedamaran adalah sebuah tradisi lama yang tidak boleh ditinggalkan, tradisi ini merupakan suatu penghormatan bagi leluhur, untuk mengingat serta mendoakannya. Bagi masyarakat Tikar sangat bermanfaat bagi kehidupan mulai dari manusia lahir sampai manusia itu meninggal semua menggunakan tikar. Kata Kunci: Tradisi, Anyaman, Tikar Lulup, Pernikahan Abstract The Lulup mat is a woven mat that is different from other mats. The difference is that the Lulup Mat is used in weddings and is believed by the community to bring blessings and avoid all kinds of badness. This Lulup Mat is a tradition that is still believed in society. This public belief is doctrine by the many taboos that occur when we don't use them. Thus, along with the development of this Lulup Matting Matter era still exists today. This study aims to determine the development history of Lulup Matting Related to its Importance in Marriage and the Meaning of Symbols Contained in Lulup Matting in Marriage Tradition This type of research uses qualitative field research methods by conducting direct research to the location which is the object of research in Pedamaran Village, Pedamaran District, Ogan Komering Ilir Regency. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the Anyaman Tikar Lulup in the wedding tradition in Pedamaran village is an old tradition that should not be abandoned, this tradition is an honor for the ancestors, to remember and pray for it. For the people of Matar, it is very beneficial for life, from human birth to human death, all using mats. Keywords: Tradition, Wicker, Lulup Mat, Marriage
Nilai-Nilai Tasawuf dalam Novel Kun Fayakun Karya Andi Bombang
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2020): El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.53 KB)

Abstract

Abstrak Seni sastra memiliki hubungan yang erat dengan tassawuf. Ia menjadi kajian penting untuk memahami seni dan spiritualitas Islam, karenanya sastra menempati posisi yang istimewa diantara berbagai bentuk seni yang ada dalam masyarakat Islam untuk mengekspresikan ajarannya. Novel Kun Fayakun adalah novel yang sarat akan nilai-nilai ajaran tasawuf. Novel ini bercerita tentang perjalanan spiritualitas seorang preman yang bertaubat kepada Allah Swt. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai tasawuf dalam novel Kun Fayakun karya Andi Bombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi yaitu menyelidiki data-data yang bersifat tertulis berupa buku-buku, literature dan sebagainya yang relevan dengan penelitian. Sumber primer penelitian adalah novel Kun Fayakun. Analisa datanya menggunakan imetode analisis isi dengan cara menganalisis isi novel dan membagikannya ke dalam beberapa macam nilai-nilai tassawuf. Dalam mengambil kesimpulan penelitian ini menggunakan metode deduktif. Hasil dari penelitian ini meliputi dua hal: pertama, novel Kun Fayakun mengandung nilai-nilai tassawuf yakni taubat, wara’, zuhud, syukur, ma’rifat, dan mahabbah; kedua, karakteristik tasawuf pada novel Kun Fayakun adalah karakteristik tassawuf akhlaki, yaitu bentuk tasawuf yang memfokuskan pada pembersihan jiwa dari perilaku buruk dengan akhlak terpuji dalam mencapai kedekatan diri kepada Allah Swt. Katakunci: Nilai-Nilai Tassawuf, Novel Kun Fayakun. Abstract This research is based on the understanding that literary arts have a close relationship with tassawuf. Literary art is an important study to understand Islamic art and spirituality, because Islamic teachings are based on the word of God which is revealed as the holy book, so literature occupies a major and special position among various art forms in Islamic society to express its teachings. Kun Fayakun's novel is a novel that is full of Sufism values. The novel which tells about the spiritual journey of a repentant thug illustrates how the story of repentance and getting closer to Allah SWT. This study aims to examine more deeply the values ​​of Sufism in Andi Bombang's Kun Fayakun novel. The typology of this research is library research (library research). Collecting data in this study using the documentation method, namely investigating written data in the form of books, literature and so on that are relevant to this study. The iprimary source iof ithis research is Kun Fayakun novel. To analyze the data, used the content analysis method, namely analyzing the contents of the novel and distributing it into several kinds of tassawuf values. In drawing the conclusions of this study using the deductive method. The results of this study conclude two things: first, Kun Fayakun's novel which contains tassawuf values, namely repentance, wara', zuhud, gratitude, ma'rifat, and mahabbah; second, thefreance of Sufism in Kun Fayakun's novel is the tassawuf akhlaki, which is a form of Sufism that focuses on the soul of bad behavior which exercises self-filling with commendable morals in achieving closeness to Allah Swt. Keywords: Tasawwuf Values, Kun Fayakun Novel.
Peran Tarekat Sammaniyah Terhadap Perubahan Pola Keberagamaan Masyarakat di Kampung Tanjung Sawah Kecamatan Muntok Bangka
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2020): El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.153 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tarekat Sammaniyah yang ada di Kampung Tanjung Sawah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dimana peneliti meneliti secara langsung dengan melakukan wawancara tentang bagaimana peran tarekat Sammaniyah terhadap pola keberagamaan masyarakat Kampung Tanjung Sawah Kec. Muntok Bangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menjelaskan peran sosial Tarekat Sammaniyah terhadap perubahan pola perilaku keberagamaan masyarakat di Kampung Tanjung Sawah Kec. Muntok Bangka. Sebelum adanya tarekat Sammaniyah kondisi masyarakat kampung Tanjung Sawah seperti layaknya pemeluk agama Islam yang lain. Di mana mereka cukup mengutamakan urusan agama dan selalu melakukan semua tradisi-tradisi yang ada sejak dulu. Tetapi, sejak datangnya tarekat Sammaniyah ke kampung Tanjung sawah ini yang dikenalkan oleh seorang mursyid Zamhari Zein maka muncullah sebuah peningkatan ibadah yang dilakukan oleh pengikut tarekat dan berdampak juga terhadap masyarakat kampung Tanjung Sawah dari segi keberagamaan. Oleh karena itu sangat terlihat bahwa terdapat pengaruh dari beberapa ajaran tarekat Sammaniyah di kampung Tanjung Sawah sehingga didalam penelitian ini akan membahas tentang masalah dari ajaran-ajaran tarekat Sammaniyah dan saja berubahan terhadap pola keberagamaan masyarakat kampung Tanjung Sawah. Kata Kunci: Peran, Pola, Ajaran, Keberagaman Abstract This study aims to describe the role of the tarekat Sammaniyah in Tanjung Sawah Village. This study used a field research method where the researcher examined directly by conducting interviews about how the role of the tarekat Sammaniyah on the religious patterns of the people of Tanjung Sawah Village, Kec. Muntok Bangka. The purpose of this study was to explain the social role of Tarekat Sammaniyah to change the pattern of religious behavior in the community in Tanjung Sawah Village, Kec. Muntok Bangka. Before the existence of the tarekat Sammaniyah, the conditions of the people of Tanjung Sawah village were like other followers of Islam. Where they just prioritize religious matters and always carry out all the traditions that have existed since long time ago. However, since the arrival of the tarekat Sammaniyah to the village of Tanjung sawah which was brought by a teacher Zamhari Zein, there has emerged an increase in worship carried out by tarekat followers and has also had an impact on the community of Tanjung Sawah village from a religious perspective. Thus, it is very clear that there is an influence from some of the teachings of the tarekat Sammaniyah in Tanjung Sawah village so that in this study we will discuss the problems of the tarekat Sammaniyah teachings and only changes to the religious pattern of the community of Tanjung Sawah village. Keywords: Role, Pattern, Doctrine, Diversity
Fenomena Permainan Game Online di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Negeri Raden Fatah Palembang Ditinjau dari Perspektif One Dimensional Man Herbert Marcuse
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2020): El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.118 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang fakta permainan daring di kalangan pelajar Fusphi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dalam pandangan “One Dimensional Man” Herbert Marcuse. Penelitian ini merupakan pengkajian lapangan. langkah ini guna mendapatkan sebagai karakteristik kebenaran aktual perihal segala sesuatu yang sedang berlangsung pada mahasiswa Fusphi yang dieskpresikan dalam bentuk gejala atau proses. Adapun sumber data yang peneliti ambil ialah bahan primer serta sekunder. Teknik dalam penghimpunan bahan di dalam kajian ini ialah dengan pemantauan, tanya jawab, serta dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Sedangkan paham “One Dimensional Man” menurut Marcuse Fakta permainan daring yang sedang berlangsung bagi pelajar Fusphi terdapat beberapa poin pemikiran Marcuse yang sesuai dengan kondisi rill mahasiswa Fusphi adalah permainan daring sebagai kebutuhan yang palsu, pecitraan pada sosial media, sebagai pengantar komunikasi antar pemain. Kata Kunci: Fenomena, Permainan Daring, Mahasiswa, One Dimensional Man Abstract This study alms to describe the phenomenon of online games plays among Fusphi students of UIN Raden Fatah Palembang from the perspective of “One Dimensional Man” Herbert Marcuse. This research is filed research. This method is to find specifically the actual reality of what happening to Fusphi students which is expressed in the form of symptoms or processes.The data sources that the researchers took were primary and secondary data. Techniques in collecting material data in this study are monitoing, question and answer and documentation. Data analysis techniques using descriptive qualitative. Meanwhile, Marcuse’s theory of “One Dimensional Man” sees that the online game Phenomenon that is happening to Fusphi students, there are several points of Marcuse’s thought that are accordance with the real conditions of Fusphi students, online games as a false need, imagery on social media, as an introcution to communication between players. Keywords: Phenomenon, online game, student, One Dimensional Man
Penggunaan Cadar Bagi Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Angkatan 2016 Ditinjau Dari Etika Islam
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 1 No 1 (2020): El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.069 KB)

Abstract

Abstrak Bercadar adalah upaya penyempurnaan syariat berpakaian yang diperintahkan Al-Qur'an, yakni tentang berjilbab. Tentu terlepas dari perbedaan pandangan hukum memakainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku mahasiswi bercadar yang ada sesuai realita di lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sumber data atau informan adalah dua puluh lima mahasiswi bercadar angkatan 2016 di Universita Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan cadar bagi mahasiswi di lingkungan UIN Raden Fatah. Faktor keluarga, Faktor Teman dan Faktor Lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang paling dominan ialah faktor lingkungan kajian keagamaan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa memang benar mahasiswi bercadar masih ada yang mencontek ataupun melakukan hal buruk lainnya, tetapi ini sifatnya personal artinya prilaku perorangan bukan menjeneralisir semuanya. Dan dari berpakaian seperti inilah mereka memperbaiki prilakunya. seperti yang disebutkan oleh salah satu narasumber, memurutnya "dia jadi pendiam" artinya pakaian bisa merubah sikapnya. Katakunci: Bercadar, Mahasiswi, Etika Islam Abstract The veil is an effort to be perfect sharia dress commanded by the Al quran which is about veiling. Of course apart from differences in legal views to use it. The purpose of this study was to analyze the behavior of veiled female students according to the reality in the field. The method used in this research is descriptive qualitative method, data presentation and conclusion. Data collection was carried out by observation, interviews, and documentation. Determination of the sample using purposive sampling, namely the sampling technique with certain considerations. The data sources or informants were twenty-five veiled female students class of 2016 at the Raden Fatah State Islamic University in Palembang. There are several factors that influence the use of the veil for female students in the UIN Raden Fatah environment. Family factors, friend factors and environmental factors. Based on the research results, the most dominant factor is the environmental factor of religious studies. The results showed that it was true that veiled female students still cheated or did other bad things, but this is personal, meaning that individual behavior does not generalize everything. And it is from dressing like this that they correct their behavior. as mentioned by one of the informants, according to him "he became quiet" means that clothes can changes his attitude. Keywords: Wearing a Veil, student, Islamic Ethics