Meningkatnya kebutuhan energi dan dampak lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya biofuel. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri makanan yang berpotensi tinggi untuk dikonversi menjadi biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh katalis Ni/NaOH dan suhu reaksi terhadap persentase hasil (yield) dan karakteristik biofuel yang dihasilkan melalui proses thermal catalytic cracking (TCC). Proses dilakukan dalam reaktor batch dengan variasi jumlah katalis 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap massa total katalis 90gr (5%wt minyak jelantah) dan suhu operasi (200°C, 250°C, dan 300°C), selama 3 jam. Parameter yang diamati meliputi yield (%), densitas (g/mL), viskositas (mm²/s), kekeruhan (NTU), titik nyala (°C), nilai kalor (kcal/g), dan angka setana. Hasil menunjukkan yield tertinggi sebesar 22% pada 10% wt katalis dan suhu 300°C. Namun, suhu 250°C menghasilkan kestabilan parameter kualitas terbaik, dengan densitas 0,795 g/mL, viskositas 3,762 mm²/s, dan angka setana 55,4—memenuhi standar ASTM D975. Selain itu, titik nyala mencapai 107°C. Hasil ini menunjukkan bahwa TCC dengan katalis Ni/NaOH mampu mengonversi minyak jelantah menjadi biofuel berkualitas tinggi secara efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan.
Copyrights © 2025