Pembelajaran IPA di SMP Kabupaten Batang masih menghadapi keterbatasan sarana laboratorium dan rendahnya frekuensi praktikum, sehingga berdampak pada kurang optimalnya penerapan pembelajaran mendalam. Kondisi ini diperkuat oleh temuan awal bahwa sebagian besar sekolah belum memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk mendukung pembelajaran mendalam. Virtual lab menjadi solusi strategis untuk menjembatani keterbatasan fasilitas sekaligus mendorong pembelajaran IPA yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada siswa. Namun demikian, pemanfaatan virtual lab oleh guru IPA masih terbatas akibat minimnya kompetensi pedagogik dan literasi digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru IPA SMP Kabupaten Batang dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbantuan virtual lab. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, workshop pemanfaatan virtual lab, pendampingan penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran, evaluasi, serta monitoring keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% guru mengalami peningkatan kemampuan dalam merancang pembelajaran IPA yang sistematis dan selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam. Guru berhasil menghasilkan dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis virtual lab, serta menunjukkan peningkatan kualitas proses pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis inkuiri. Program ini juga memperkuat peran MGMP IPA sebagai wadah kolaborasi profesional.
Copyrights © 2025