Perkembangan pesat Kota Kotamobagu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Bolaang Mongondow Raya memicu peningkatan kebutuhan sarana transportasi publik yang memadai Terminal Bonawang sebagai terminal utama di kota ini saat ini belum memenuhi standar pelayanan terminal tipe B sesuai regulasi yang berlaku Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Terminal Bonawang dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular yang mengintegrasikan nilai nilai budaya lokal dengan kebutuhan modernisasi infrastruktur transportasi Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur observasi langsung dan studi komparatif terhadap terminal di Surabaya dan Kuala Lumpur Hasil perancangan mencerminkan penerapan prinsip prinsip Neo Vernakular seperti penggunaan bentuk atap bumbungan integrasi elemen budaya lokal Bolaang Mongondow serta adaptasi terhadap iklim dan kondisi lingkungan setempat Perancangan juga mempertimbangkan aspek sirkulasi zonasi ruang dan kenyamanan pengguna Dengan pendekatan ini diharapkan Terminal Bonawang tidak hanya berfungsi optimal sebagai simpul transportasi tetapi juga menjadi representasi identitas arsitektur lokal yang kontekstual dan berkelanjutan Karya ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan fasilitas publik yang memperhatikan nilai lokalitas dan kelestarian lingkungan.
Copyrights © 2025