AbstractTreatment Mantras for the Bugis and Konjo People in South Sulawesi: Anthropolinguistic Study. This study focuses on the symbolic meanings in the healing mantras of the Bugis and Konjo people in South Sulawesi, highlighting the close relationship between language and culture, as language is a key element in culture itself. The Bugis and Konjo people continue to preserve their cultural heritage, including their traditional healing practices in the form of mantras. This preservation is carried out through the practice and use of these mantras. The purpose of this study is to explain the symbolic meanings contained in the healing mantras of the Bugis and Konjo people in South Sulawesi. Using a qualitative descriptive approach, this study relies on primary data collected directly from the community through observation, data sources, and interviews. Data analysis was carried out by identification, classification, and synthesis to draw conclusions. The results showed that there were 20 identified mantras, each with its own symbolic meaning, including phrases such as Bismillah, Muhammad, Barakka la ilaha illalla, Allahu Laa Ilaahailla Huwa, Suluk Baji-bajiki, Batu Matanna. The process of inheriting these mantras reflects a strong cultural continuity, despite the challenges of modernization. Healing mantras not only focus on physical recovery, but also include spiritual, social, and environmental aspects. The Bugis and Konjo people realize that healing includes not only physical but also mental and spiritual aspects, as reflected in the use of these mantras.Keywords: Medical Mantras, Bugis, Konjo, Symbolic Meanings, AnthropolinguisticsAbstrakMantra Pengobatan Masyarakat Bugis dan Konjo di Sulawesi Selatan: Kajian Antropolinguistik. Penelitian ini berfokus pada makna simbolik dalam mantra pengobatan masyarakat Bugis dan konjo di Sulawesi Selatan, yang menyoroti hubungan erat antara bahasa dan budaya, karena bahasa merupakan unsur kunci dalam budaya itu sendiri. Masyarakat Bugis dan konjo terus melestarikan warisan budaya mereka, termasuk praktik pengobatan tradisional dalam bentuk mantra. Pelestarian ini dilakukan melalui praktik dan penggunaan mantra-mantra tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna simbolik yang terkandung dalam mantra pengobatan masyarakat Bugis dan Konjo di Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengandalkan data primer yang dikumpulkan langsung dari masyarakat melalui observasi, sumber data, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan identifikasi, klasifikasi, dan sintesis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 mantra yang teridentifikasi, masing-masing dengan makna simboliknya, termasuk frasa seperti Bismillah, Muhammad, Barakka la ilaha illalla, Allahu Laa Ilaahailla Huwa, Suluk Baji-bajiki, Batu Matanna. Proses pewarisan mantra-mantra ini mencerminkan kesinambungan budaya yang kuat, meskipun menghadapi tantangan dari modernisasi. Mantra pengobatan tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mencakup aspek spiritual, sosial, dan lingkungan. Masyarakat Bugis dan Konjo menyadari bahwa penyembuhan mencakup tidak hanya aspek fisik tetapi juga mental dan spiritual, sebagaimana tercermin dalam penggunaan mantra-mantra ini.Kata-kata kunci: Mantra Pengobatan, Bugis, Konjo, Makna Simbolik, Antropolinguistik
Copyrights © 2025