Bantargebang merupakan salah satu daerah rentan bencana, salah satu penyebabnya karena menjadi lokasi pembuangan sampah terpadu terbesar. Rendahnya literasi kebencanaan di kalangan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, berpotensi memperbesar dampak bencana. Guna meningkatkan literasi digital kebencanaan, kemudian dilaksanakan sosialisasi dengan sasaran siswa SD dan SMP. Metode yang digunakan adalah service learning dengan pendekatan interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran video edukasi dari sumber resmi lembaga negara, diskusi, serta pembuatan poster kebencanaan yang ditempel di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis bencana, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai saluran informasi mitigasi bencana. Siswa juga didorong untuk menjadi agen penyampai informasi kebencanaan bagi keluarga dan lingkungannya. Dari kegiata ini terlihat pentingnya integrasi pendidikan kebencanaan berbasis digital ke dalam kurikulum sekolah dan memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025