Kabupaten Lumajang dikenal sebagai komoditas pisang dan varietasnya yang unggul. Dengan melimpahnya varietas yang dimiliki, potensi dalam mengembangkan industri rumahan hingga UMKM olahan produk pisang dapat dikatakan sangat tinggi. Namun, dalam perkembangannya, terdapat berbagai faktor penghambat yang mempengaruhi proses produktivitas dan keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat produksi pada industri rumahan dengan produk olahan keripik pisang, sebagai dasar dalam merancang strategi pendampingan penguatan usaha. Metode yang digunakan dalam pendekatan dengan mitra meliputi observasi lapangan pada Pasar Gedang di Ranuyoso Lumajang dan lokasi industri, wawancara dengan Pelaku Usaha, serta Langkah identifikasi guna memberikan solusi terbaik yang meminimalkan risiko yang kemudian dilakukan diskusi dengan pelaku usaha. Hasil identifikasi yang dilakukan, menunjukkan bahwa faktor penghambat utama mencakup keterbatasan peralatan produksi, fluktuasi pasokan bahan baku, keterampilan manajemen usaha yang masih tergolong rendah, serta keterbatasan akses pemasaran digital. Temuan ini menjadi dasar perancangan program pendampingan berupa pelatihan digitalisasi sederhana dalam beberapa kategori capaian: produksi, kemasan dan pemasaran. Dengan adanya pendampingan terhadap Industri Rumahan pengolah Keripik Pisang Leunah Lumajang, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha, selaras dengan SDG’s poin 12.
Copyrights © 2025