Gulma Echinochloa crus-galli sangat kompetitif terhadap tanaman padi karena perkembangbiakan dan pertumbuhannya cepat, sehingga dapat menurunkan produksi padi. Alternatif pengendalian gulma dapat memanfaatkan senyawa alelokimia yang diperoleh dari tumbuhan, seperti kulit umbi ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak kulit umbi ubi jalar pada perkecambahan biji dan pertumbuhan gulma Echinochloa crus-galli. Penelitian ini terdiri dari dua set yaitu Uji Perkecambahan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan yaitu kontrol dan konsentrasi ekstrak kulit umbi jalar 5%, 10%, 15%, 20% dan Uji Pertumbuhan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama konsentrasi ekstrak kulit umbi ubi jalar 5%, 10%, 15%, dan 20% dan faktor kedua dosis ekstrak 2,5 l ha-1 dan 5 l ha-1. Data hasil penelitian dilakukan uji homogenitas yang diuji dengan uji Barlett dan uji Aditivitas data dengan dilakukan uji Tukey. Bila asumsi terpenuhi, data dianalisis dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ekstrak kulit umbi ubi jalar di laboratorium pada konsentrasi 15-20% dapat menekan perkecambahan sampai 100% dan pengaplikasian ekstrak kulit umbi ubi jalar konsentrasi 10-20% dengan dosis 2,5 l ha-1 l ha-1 di rumah kaca dapat menghambat pertumbuhan jajagoan. Penekanan tertinggi gulma terjadi pada konsentrasi 20% dengan dosis 5% untuk seluruh peubah yang diamati.
Copyrights © 2025