Transformasi digital dalam pendidikan Islam menghadirkan dilema epistemologis yang belum terpecahkan oleh kerangka kerja pedagogik konvensional. Model Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang dikembangkan Mishra dan Koehler, meskipun populer di kalangan pendidik, cenderung bersifat value-free dan gagal menangkap dimensi sakral pendidikan Islam. Penelitian meta-sintesis kualitatif ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tema-tema kunci hambatan guru PAI dalam menerapkan TPACK, (2) melakukan penerjemahan timbal balik (reciprocal translation) antar studi kualitatif untuk menemukan pola lintas konteks, dan (3) merekonstruksi kerangka kerja TPACK yang kontekstual dengan nilai-nilai Islam. Menggunakan protokol meta-sintesis Noblit dan Hare, penelitian ini mensintesis 24 studi kualitatif dari berbagai negara (Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Timur Tengah) yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Hasil sintesis mengungkapkan tiga tema utama: (a) kesenjangan nilai antara netralitas teknologi dan sakralitas konten PAI, (b) negosiasi identitas guru PAI sebagai ‘penyampai wahyu’ versus ‘fasilitator digital’, dan (c) redefinisi ‘knowledge’ dari data-informasi menjadi ilmu-amal. Artikel ini mengusulkan model i-TPACK (Islamic TPACK) yang menambahkan dimensi Values (V) sebagai lingkaran pembungkus ketiga domain TPACK klasik, menciptakan kerangka kerja TVPACK yang mengintegrasikan akidah, syariah, dan akhlak sebagai filter pedagogis. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah rekonseptualisasi kompetensi digital guru PAI dari kemampuan teknis menjadi literasi teologis-teknologis.
Copyrights © 2026