Kue adrem merupakan warisan kuliner tradisional khas Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sarat dengan nilai historis, filosofis, dan budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, teknik memasak, makna filosofis, serta potensi pengembangan adrem sebagai pariwisata budaya. Ruang lingkup penelitian fokus pada eksistensi kuliner ini di wilayah Sanden, Bantul. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis historis dan hermeneutik, melalui pengumpulan data studi literatur, wawancara perajin, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi bentuk adrem melalui teknik penjepitan terjadi sekitar 60 tahun lalu akibat spontanitas. Secara filosofis, adrem merepresentasikan simbol pengampunan dan pengayoman demi kehidupan yang tenteram ( adhem ), harapan kebahagiaan dunia-akhirat, serta wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kue adrem tidak hanya memuat nilai-nilai sakral, tetapi juga memiliki potensi strategi dalam penguatan identitas budaya, pengembangan UMKM masyarakat Bantul, dan sebagai aset wisata kuliner yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kue Adrem, Bantul, filosofi Jawa, kuliner tradisional, pariwisata budaya
Copyrights © 2025