Perusahaan manufaktur skala kecil dan mikro memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian, namun sering kali mengalami kesulitan dalam mengelola perhitungan biaya produksi secara tepat. Kondisi ini juga terjadi pada UMKM Keripik Malaysia S2 di Tanah Datar, yang selama ini tidak memiliki sistem pencatatan biaya yang memadai sehingga menyulitkan penentuan harga pokok produksi dan evaluasi laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Process Costing guna meningkatkan ketepatan penghitungan biaya produksi, menetapkan HPP, serta menyusun laporan laba rugi yang informatif. Metode yang diterapkan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan Process Costing berhasil menghitung total biaya produksi sebesar Rp19.338.000 untuk 900 kg produk, dengan HPP per kilogram Rp21.486,67. Dengan demikian, laba bersih yang diperoleh mencapai Rp14.424.222. Implementasi metode ini terbukti mampu menyajikan informasi biaya yang lebih akurat, mendukung penentuan harga jual, dan meningkatkan pemahaman pengelola terhadap kondisi keuangan usaha.
Copyrights © 2025