Perkembangan teknologi menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis tantangan dan peluang yang ada di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri dalam mengadopsi aplikasi Maktabah Syamilah. Sebuah perpustakaan digital berisi khazanah keilmuan Islam dalam konteks proses pembelajaran. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara secara mendalam, serta penelaahan dokumen pendukung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi aplikasi tersebut menghadirkan beberapa tantangan, yaitu: (1) resistensi budaya dan tradisi akibat kekhawatiran berkurangnya penggunaan kitab fisik, (2) keterbatasan infrastruktur digital, (3) rendahnya literasi digital santri, dan (4) masalah keakuratan dan otoritas keilmuan yang diatasi dengan verifikasi silang terhadap kitab cetak. Di sisi lain, adopsi teknologi ini juga membuka peluang besar, seperti: (1) menjadi pelopor integrasi tradisi pesantren dengan teknologi modern, (2) menciptakan generasi santri yang melek digital, (3) efisiensi dan perluasan akses keilmuan lintas mazhab, serta (4) peningkatan kompetensi digital santri dan pengajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan kebijakan yang bijaksana (seperti pembatasan penggunaan dan verifikasi), tantangan dapat dikonversi menjadi peluang yang memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang relevan di era digital tanpa mengikis nilai-nilai tradisionalnya. Temuan ini dapat menjadi model percontohan bagi pesantren lain yang ingin mengintegrasikan teknologi dalam Pendidikan
Copyrights © 2026