Paradigma psikologi transpersonal hadir sebagai respons atas keterbatasan pendekatan psikologi konvensional yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual dan eksistensial dalam pengalaman manusia. Psikologi ini berusaha memahami manusia secara utuh, tidak hanya sebagai makhluk biologis dan sosial, tetapi juga sebagai entitas spiritual yang memiliki potensi kesadaran melampaui ego dan realitas material. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana psikologi transpersonal menjelaskan pengalaman spiritual dan kesadaran diri, serta relevansinya dalam konteks perkembangan psikologis dan pendidikan kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh utama seperti Abraham Maslow, Stanislav Grof, dan Ken Wilber. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa pengalaman spiritual, baik melalui meditasi, doa, maupun pengalaman mistis, memiliki pengaruh signifikan terhadap transformasi diri, ketenangan batin, serta pengembangan makna hidup yang lebih mendalam. Selain itu, kesadaran diri yang ditumbuhkan melalui praktik transpersonal dapat menjadi landasan untuk mencapai kesejahteraan psikologis yang berkelanjutan. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa psikologi transpersonal memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang manusia dan potensinya, sekaligus menawarkan pendekatan holistik yang dapat dipelajari dalam praktik pendidikan, terapi, dan pengembangan diri.
Copyrights © 2026