Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan metabolisme insulin. Salah satu pendekatan dalam pengelolaan diabetes adalah penggunaan serat pangan, khususnya beta glucan, yang dikenal mampu memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis dan kuantitatif pengaruh beta glucan terhadap penurunan kadar gula darah melalui metode meta-analisis. Literatur diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa studi eksperimental pada hewan coba dalam sepuluh tahun terakhir. Sebanyak tujuh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi beta glucan secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada model hewan diabetes, dengan pooled risk ratio sebesar 21,16 (95% CI: 7,57–59,14). Selain itu, beta glucan juga memberikan efek positif pada profil lipid, seperti penurunan kadar LDL dan peningkatan HDL. Temuan ini mengindikasikan bahwa beta glucan berpotensi digunakan sebagai agen pendukung dalam pengelolaan diabetes melitus. Diperlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya secara klinis.
Copyrights © 2025