Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review: Pengaruh Jintan Hitam (Habbatussauda) Terhadap Sistem Imun Tubuh Rahmadani, Lohita Adinda
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i2.442

Abstract

Sistem imun adalah mekanisme pertahanan biologis yang kompleks, terdiri dari imunitas bawaan dan adaptif, yang melindungi tubuh dari berbagai patogen. Keseimbangan antara kedua sistem ini penting untuk efektivitas respons imun. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kinerja sistem imun, termasuk nutrisi, aktivitas fisik, dan penggunaan suplemen. Salah satu bahan alami yang semakin banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung fungsi sistem imun adalah jintan hitam (Nigella sativa) atau habbatussauda. Habbatussauda mengandung senyawa bioaktif seperti thymoquinone, nigellone, dan beta-sitosterol yang memiliki aktivitas imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jintan hitam terhadap sistem imun tubuh berdasarkan tinjauan dari tujuh artikel. Artikel yang termasuk ke dalam kriteria inklusi, di antaranya tersedia dalam bahasa Inggris dan terbit pada rentang waktu 10 tahun terakhir (2015-2025) pada basis data elektronik seperti PubMed-Medline dan Google Scholar. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa jintan hitam adalah obat yang aman dan efektif untuk berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan sistem imun tubuh. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efek jangka panjang konsumsi jintan hitam pada berbagai kondisi patologis.
Efektivitas Suplementasi Beta Glucan terhadap Kadar Glukosa Darah: Meta-Analisis Studi Eksperimental pada Hewan Rahmadani, Lohita Adinda
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1483

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan metabolisme insulin. Salah satu pendekatan dalam pengelolaan diabetes adalah penggunaan serat pangan, khususnya beta glucan, yang dikenal mampu memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis dan kuantitatif pengaruh beta glucan terhadap penurunan kadar gula darah melalui metode meta-analisis. Literatur diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa studi eksperimental pada hewan coba dalam sepuluh tahun terakhir. Sebanyak tujuh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi beta glucan secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada model hewan diabetes, dengan pooled risk ratio sebesar 21,16 (95% CI: 7,57–59,14). Selain itu, beta glucan juga memberikan efek positif pada profil lipid, seperti penurunan kadar LDL dan peningkatan HDL. Temuan ini mengindikasikan bahwa beta glucan berpotensi digunakan sebagai agen pendukung dalam pengelolaan diabetes melitus. Diperlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya secara klinis.