Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas ekonomi, sehingga berpotensi melanggengkan kemiskinan antargenerasi. Faktor yang berperan antara lain pendidikan ibu, pendapatan keluarga, serta paparan informasi gizi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control pada Februari–Maret 2023. Sampel sebanyak 100 responden dipilih dengan purposive sampling, terdiri dari 50 ibu dengan balita stunting dan 50 ibu dengan balita normal usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sooko. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan tahunan puskesmas. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan informasi gizi (p=0,009), pendidikan ibu (p=0,009), dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting. Regresi logistik menegaskan pendidikan ibu (p=0,048; OR=0,191) dan pendapatan keluarga (p=0,000; OR=19,946) sebagai faktor dominan. Paparan informasi gizi tidak signifikan setelah dikontrol (p=0,157), namun tetap menunjukkan kecenderungan risiko lebih tinggi tanpa informasi yang memadai. Pendidikan ibu dan pendapatan keluarga merupakan faktor utama kejadian stunting, sedangkan paparan informasi gizi berperan sebagai faktor pendukung. Upaya penurunan stunting perlu diarahkan pada peningkatan literasi gizi ibu, penguatan ekonomi keluarga, serta penyebaran informasi gizi yang efektif.
Copyrights © 2025