Food neophobia merupakan kecenderungan individu untuk menolak atau menghindari makanan baru yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya. Sikap ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor personal seperti jenis kelamin dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap tingkat food neophobia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei, melibatkan 134 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner skala food neophobia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menggunakan GLM menunjukkan bahwa jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap food neophobia (F = 6,596; p = 0,011; η² = 0,048), demikian pula interaksi antara jenis kelamin dan IMT (F = 7,261; p = 0,008; η² = 0,053). Perempuan lebih rentan terhadap food neophobia dibandingkan laki-laki. Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh (IMT) pada seorang wanita, maka semakin tinggi pula tingkat food neophobia yang dimilikinya.
Copyrights © 2025