Penelitian ini menganalisis tren input energi alam di Indonesia selama periode 2018–2021, dengan fokus pada dampak pandemi COVID-19 pada sektor energi pada tahun 2020. Pandemi mengakibatkan penurunan konsumsi sumber energi tidak terbarukan, seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi, sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak ini terutama disebabkan oleh kebijakan pembatasan aktivitas industri dan transportasi. Sebaliknya, energi terbarukan seperti tenaga air dan surya menunjukkan peningkatan meskipun kontribusinya terhadap bauran energi nasional masih rendah. Studi ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penurunan input energi, termasuk gangguan rantai pasok global dan penurunan harga energi dunia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi mempercepat urgensi transisi energi di Indonesia, menekankan pentingnya diversifikasi energi dan kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan. Rekomendasi strategis disampaikan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat investasi energi terbarukan, dan mendukung target Paris Agreement.
Copyrights © 2025