Kurangnya kebiasaan dalam membaca label informasi nilai gizi dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan gizi seperti lemak, gula, dan garam apabila terjadi dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif kesehatan seperti penyakit diabetes, hipertensi, dan penyakit.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan membaca label gizi di kemasan makanan pada mahasiswa tingkat 1 di poltekkes kemenkes bengkulu. Desain cross sectional, teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025, sampel 63 responden, instrumen pengumpulan kuesioner. Data dianalisis secara unnivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 63 responden, sebagian besar dari responden dikategorikaan dengaan kebiasaan membaca label gizi dalam kategori rendah yaitu sebanyak 40 orang (63,5%), hampir sebagian dari responden berusia 19 tahun (46%), hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 58 orang (92,1%), sebagian besar dari responden berjenis kelamin perempuan (92,1%). Kebiasaan membaca label gizi pada kemasan makanan pada mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bengkulu menunjukan sebagian besar dari responden dikategorikan rendah. Diharapkan kepada mahasiswa untuk dapat meningkatkan kebiasaan membaca label gizi sebelum membeli makanan kemasan, terutama informasi penting seperti kalori, gula, lemak jenuh, natrium dan komposisi bahan dan pihak kampus menyediakan program edukasi gizi berkala, seperti kuliah umum Kata Kunci: kebiasaan membaca label gizi, makanan kemasan, remaja
Copyrights © 2025