Kota Pangkalpinang mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan. Hal ini mendorong peningkatan pembangunan kawasan perumahan, sehingga mengakibatkan perubahan tutupan lahan dari vegetasi menjadi nonvegetasi yang berdampak pada peningkatan debit limpasan permukaan, risiko banjir, dan penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial berbasis citra satelit dari tahun 2004 dan 2023 untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan akibat pembangunan kawasan perumahan. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Debit limpasan permukaan dihitung dengan metode rasional yang mempertimbangkan koefisien aliran tahun 2004 dan 2023, intensitas hujan, dan luas wilayah. Dampak perubahan tutupan lahan dinilai melalui perubahan nilai koefisien aliran (C) yang selanjutnya digunakan dalam analisis debit banjir rencana menggunakan metode rasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan kawasan perumahan di Kota Pangkalpinang dalam kurun waktu 20 tahun terakhir mengakibatkan peningkatan rata-rata nilai C, yaitu dari 0,182 menjadi 0,690. Hal ini berkontribusi pada peningkatan debit limpasan permukaan sebesar 285,346%. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kebijakan pengelolaan tata ruang berbasis prinsip keberlanjutan, seperti Koefisien Dasar Hijau (KDH) dan pengaturan tata guna lahan, untuk mengurangi dampak negatif perubahan tutupan lahan terhadap kondisi hidrologi perkotaan.
Copyrights © 2025