Teknologi sepatu lari modern dikembangkan untuk meningkatkan performa atlet dan mengurangi risiko cedera, namun efektivitasnya bervariasi antar individu akibat perbedaan morfologi kaki, teknik berlari, dan adaptasi terhadap struktur sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teknologi sepatu berteknologi tinggi terhadap risiko cedera pada atlet lari. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan wawancara semi-terstruktur mendalam terhadap 10 atlet lari yang menggunakan sepatu berpelat karbon dan superfoam. Analisis tematik menunjukkan bahwa sepatu teknologi tinggi dapat meningkatkan efisiensi dan performa lari, namun juga berpotensi menimbulkan cedera baru akibat perubahan biomekanika jika tidak disertai adaptasi yang tepat. Selain itu, penyesuaian sepatu secara individual sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi bagi atlet dan pelatih mengenai pemilihan sepatu berbasis biomekanika serta pentingnya fase adaptasi bertahap. Kolaborasi antara atlet, pelatih, dan analis performa menjadi kunci dalam optimasi penggunaan sepatu. Penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan sepatu teknologi tinggi serta integrasi teknologi wearable untuk pemantauan biomekanika secara real-time. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya pendekatan personal dalam pemilihan sepatu untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa atlet.
Copyrights © 2025