Penelitian ini mengupas tuntas tantangan yang dihadapi oleh perenang pemula saat mempelajari gaya kupu-kupu, salah satu gaya renang yang paling sulit dikuasai. Lazimnya, metode latihan drill (latihan berulang untuk menguasai bagian-bagian tertentu) digunakan untuk mengatasi kesulitan ini. Namun, belum banyak pelatih atau peneliti yang menggabungkan latihan drill dengan penggunaan fins (sirip kaki) secara sistematis untuk mempercepat penguasaan teknik. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara objektif dampak dari kombinasi metode tersebut. Dengan menggunakan desain penelitian eksperimen jenis One Group Pretest-Posttest, 10 atlet renang pemula dipilih sebagai sampel. Atlet diberikan perlakuan berupa latihan drill dengan menggunakan fins selama 12 kali pertemuan, yang masing-masing terdiri dari 90 menit. Untuk mengukur dampak perlakuan, data diambil melalui pretest sebelum intervensi dan posttest setelah intervensi. Analisis data menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Dari skor awal pretest yang berada di angka 0, terjadi peningkatan drastis pada posttest dengan rata-rata 15,90. Hasil ini didukung oleh analisis uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi p = 0.005, jauh di bawah batas signifikansi 0.05. Kesimpulan dari studi ini sangat jelas: latihan drill dengan fins terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan keterampilan renang gaya kupu-kupu pada atlet pemula. Kombinasi kedua metode ini memberikan solusi praktis bagi para pelatih untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu atlet menguasai teknik renang yang kompleks dengan lebih efisien.
Copyrights © 2025