Aktivitas fisik siswa dalam pembelajaran PJOK cenderung menurun akibat metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa melalui penerapan metode pembelajaran dalam bentuk permainan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus di Sekolah SMA Negeri 1 Lalolae di Kabupaten Kolaka Timur dengan 32 siswa kelas XI sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan instrumen penilaian, lalu di analisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus pertama terdapat kategori keterampilan fisik sangat baik 2 siswa, baik 5 siswa, partisipasi berkategori sangat baik 3 siswa, baik 4 siswa, untuk semangat/motivasi terdapat kategori sangat baik 6 siswa, baik 8 siswa, sedangkan pada siklus kedua, angka tersebut meningkat menjadi keterampilan fisik kategori sangat baik 13 siswa, baik 16 siswa, partisipasi berkategori sangat baik 14 siswa, baik 17 siswa dan semangat/motivasi sangat baik 13 siswa, baik 17 siswa. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode permainan yang inovatif efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik siswa dalam pembelajaran PJOK. Dengan demikian, penerapan metode permainan dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa.
Copyrights © 2025