Program Tahfidz Al-Qur’an merupakan salah satu upaya lembaga pendidikan untuk menciptakan generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan menghafal yang baik dan mampu menjaga kemurnian Al-Qur’an. Keberhasilan suatu Program Tahfidz tidak terlepas dari evaluasi yang terstruktur dan sistematis untuk mengukur kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain/model evaluasi kemampuan hafalan siswa yang digunakan pada Program Tahfidz Al-Qur’an di MA Negeri Purbalingga.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di MA Negeri purbalingga menerapkan beberapa model evaluasi yaitu (1) Tasmi’ Harian untuk menilai kelancaran hafalan baru yaitu lewat setoran setiap pagi oleh siswa kepada pendamping masing-masing. (2) Muroja’ah sebagai evaluasi hafalan sebelumnya yang sudah dicapai. (3) Sambung Acak Ayat untuk memperkuat ingatan siswa dan daya recall di manapun ayat tersebut diminta untuk dibacakan. (4) Tasmi’ Jama’i sebagai bentuk evaluasi dari beberapa juz yang sudah dihafal dan dibacakan di depan umum. (5) Tes Hafalan Tertulis bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap ayat yang sudah dihafalkan serta untuk mengingat letak ayat serta memahami makna dari ayat tersebut. (6) Evaluasi Makhroj dan Tajwid untuk menambah pengetahuan dan daya ingat setiap makhroj yang ada di ayat tersebut dan agar hafalan siswa lebih baik lagi. (7) Ujian Tahfidz Tengah/Akhir Semester untuk mengukur capaian hafalan dalam beberapa periode. Setiap model evaluasi memiliki tujuan dan indikator tersendiri, namun saling melengkapi untuk menjaga kualitas hafalan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model evaluasi yang diterapkan ini bersifat menyeluruh, meliputi aspek kelancaran, ketetapan tajwid, daya ingat, serta konsistensi muroja’ahnya. Hasil evaluasinya tidak saja digunakan untuk menilai capaian hafalan siswa, tetapi juga sebagai dasar untuk tindak lanjut pembinaan hafalan. Sehingga model evaluasi kemampuan hafalan di MA Negeri Purbalingga mampu mendukung keberlangsungan program tahfidz secara efektif.
Copyrights © 2025