Disrupsi teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak hanya mengubah lanskap media, tetapi juga memaksa fungsi Public Relations (PR) untuk bertransformasi secara fundamental. Penelitian ini menyelidiki praktik adjudikasi reputasi dan rekonstruksi strategi PR di Metro TV sebagai respons terhadap era digital ini. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menginvestigasi perubahan struktur dan prosedur fungsi pr dalam mengintegrasikan kanal digital; (2) menganalisis peran strategis adjudikasi reputasi dalam memerangi misinformasi dan disinformasi; serta (3) merumuskan model rekonstruksi fungsi pr dalam pengelolaan citra dan komunikasi publik di era ai. Metode studi kasus dengan analisis kualitatif dan kritis digunakan untuk memetakan transformasi strategi PR Metro TV dalam menghadapi disrupsi AI dan tantangan reputasi. Transformasi PR Metro TV di era digital menjadi upaya holistik yang mengintegrasikan pendekatan teknokratis, strategi adjudikasi reputasi, dan rekonstruksi fungsi PR ke dalam sebuah model kolaboratif yang responsif. Keberhasilan transformasi ini dalam mempertahankan relevansi, kredibilitas, dan ketahanan reputasi institusi sangat bergantung pada sinergi tiga pilar utama: pemanfaatan teknologi (AI), penerapan kebijakan etika yang transparan, dan pengembangan kompetensi SDM yang adaptif untuk membangun hubungan jangka panjang dengan audiens di tengah ekosistem digital yang rentan. rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan adalah mengonsolidasikan ketiga pilar melalui pendekatan integratif yang menyelaraskan kemampuan teknokratis dengan penguatan kapasitas manusia dan nilai-nilai etika. Saran hasil penelitian, PR perlu mengimbangi kecanggihan AI dengan peningkatan kapasitas SDM, perkuat dialog partisipatif dengan audiens, dan lakukan audit komunikasi berkala untuk memastikan konsistensi dan legitimasi strategi. Penelitian juga merekomendasikan mengonsolidasikan ketiga pilar melalui pendekatan integratif yang menyelaraskan kemampuan teknokratis dengan penguatan kapasitas manusia dan nilai-nilai etika.
Copyrights © 2025