Wasting merupakan kondisi berat badan anak yang jauh di bawah rentang normal (BB/TB < -2 SD). Berdasarkan data SSGI 2023, prevalensi wasting di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 9,0%, Kota Kupang sebesar 11,5%, dan tercatat di Puskesmas Oesapa sebanyak 568 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Penanggulangan Wasting 2024 di Puskesmas Oesapa dengan pendekatan sistem: input (SDM, pendanaan, sarana prasarana, metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi), output (cakupan dan sasaran), dan outcome (indikator keberhasilan dan tindak lanjut). Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan sembilan informan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM sudah memadai, namun wilayah layanan yang luas menjadi kendala. Pendanaan sudah mencukupi, namun sarana prasarana belum lengkap. Program sudah sesuai dengan juknis. Perencanaan dan pelaksanaan sudah sesuai dengan rencana kerja. Kasus wasting ditemukan pada saat penimbangan di posyandu. Pemantauan dan evaluasi berjalan dengan baik. Cakupan sudah baik, namun ada beberapa anak wasting yang tidak dapat ditangani karena berdomisili di luar Kota Kupang. Pada tahun 2024, program ini menargetkan pemulihan bagi 400 anak melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan sanitasi, akses air bersih, dan program pemberian makanan berbasis pangan lokal. Rekomendasi yang diberikan meliputi penyesuaian jadwal kunjungan, penilaian kebutuhan SDM, penyelesaian infrastruktur, dan peningkatan koordinasi lintas sektor.
Copyrights © 2025