Premenstrual syndrome merupakan serangkaian gejala yang muncul antara 7 hingga 10 hari. Pola makan sangat berkaitan erat dengan kejadian premenstrual syndrome. Jika seseorang memiliki pola makan tidak sehat maka akan semakin beresiko mengalami kejadian premenstrual syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja di Pesantren Modern An Nuqthah Tangerang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif korelatif dengan desain pendekatan cross sectional, serta analisis statistik uji chi square. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden. Didapatkan dari 108 responden menunjukkan sebagian siswi yang memiliki pola makan sehat mengalami PMS gejala ringan sebanyak 23 responden (69,7%), sedangkan siswi yang memiliki pola makan tidak sehat dan mengalami PMS gejala sedang sebanyak 38 responden (50,7%). Dengan menggunakan uji statistik chi square didapatkan hasil p-value 0,011 < (0.05). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja di Pesantren Modern An Nuqthah Tangerang
Copyrights © 2025