Pendahuluan: Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko terjadinya resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah yang berujung pada diabetes melitus tipe 2. Lingkar pinggang merupakan indikator untuk menilai distribusi lemak visceral. Peningkatan kasus obesitas sentral dan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Tejakula I mendorong perlunya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara LP dengan kadar GDS pada orang dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Tejakula I pada bulan Juli–Agustus 2025. Sampel berjumlah 127 orang dewasa berusia 19–59 tahun yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Lingkar pinggang diukur menggunakan metline, sedangkan kadar gula darah sewaktu diperiksa dengan GCU. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Koefisien Korelasi (r) sebesar 0,282, maka hal tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan lingkar pinggang dengan gula darah sewaktu memiliki hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang rendah. Kemudian nilai Signifikansi Korelasi (p) didapatkan sebesar 0,001. Nilai p<0,05 memberi arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Pembahasan: Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan lingkar pinggang berhubungan dengan meningkatnya risiko hiperglikemia. Hasil penelitian sejalan dengan teori dan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa obesitas sentral mengakibatkan inflamasi kronik tingkat rendah. Simpulan: Terdapat hubungan lemah yang signifikan antara lingkar pinggang dengan gula darah sewaktu pada orang dewasa di Puskesmas Tejakula I. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Gula Darah Sewaktu, Lingkar Pinggang, Obesitas Sentral.
Copyrights © 2025