Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CONTACT DERMATITIS AMONG CONSTRUCTION WORKERS Ida Ayu Diah Purnama Sari; Luh Mas Rusyati; I Gusti Ketut Darmada
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.511 KB)

Abstract

Contact dermatitis is a form of skin inflammation with spongiosis or intercellular edema of the epidermis due to the interaction of irritants and allergens. While occupational contact dermatitis is an inflammation of the skin due to exposure to irritants or allergens in the workplace. One of the jobs that have a high risk of the disease are construction workers. Although the disease is rarely-threatening but can cause high morbidity and suffering for workers, so it can affect the economy and quality of life of patients.
Satu Kasus Moluskum Kontagiosum Pada Anak Purnama Sari, Ida Ayu Diah; Satwika Putra, Putu Widya
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.92874

Abstract

Moluskum kontagiosum adalah salah satu penyakit di bidang dermatologi yang disebabkan oleh infeksi virus Molluscum Contagiosum Virus (MCV). Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak usia 2-5 tahun dan dewasa yang memiliki aktivitas seksual yang tinggi serta kekebalan tubuh yang lemah. Manifestasi klinis dari moluskum kontagiosum adalah papul berbentuk kubah berwarna merah muda atau warna kulit yang didalamnya terdapat cekungan (umbilikasi) berisi badan moluskum/delle. Penegakan diagnosis moluskum kontagiosum secara umum dapat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan temuan lesi yang khas. Laporan kasus ini membahas seorang anak laki-laki usia 10 tahun yang datang dengan keluhan adanya bintil-bintil pada area pipi kiri dengan manifestasi berupa papul, berwarna kulit mengkilap seperti mutiara, berbentuk kubah disertai umbilikasi (lekukan di bagian tengah lesi). Pasien ditatalaksana dengan tindakan enukelasi yaitu mengeluarkan badan moluskum dengan alat steril. Selain itu, untuk mengurangi infeksi sekunder pasca enukleasi, pasien juga diberikan obat pulang yaitu antibiotik oral dan topikal. Penyakit ini dapat berulang, sehingga pasien diedukasi untuk menghindari menggaruk-garuk wajah dan menjaga kebersihan tangan serta wajah.
Studi Literatur: Analisis Faktor-Faktor Nutrisi Yang Memperburuk Akne Vulgaris Ni Made Ayu Shandy Berliana Putri; Made Budiawan; Ida Ayu Diah Purnama Sari
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v12i2.281

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory skin disorder commonly affecting adolescents and young adults, often leading to decreased self-confidence and quality of life. Its pathogenesis involves hormonal imbalance, bacterial colonization, and environmental influences, including nutrition. This study aims to analyze the nutritional factors that aggravate acne vulgaris through a literature review. Articles were obtained from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar using the keywords “acne vulgaris,” “nutrition,” “diet,” “glycemic index,” “dairy products,” and “inflammation,” limited to studies published between 2015–2025. Out of 48 identified articles, 17 met the inclusion criteria, including observational studies, randomized trials, and systematic reviews discussing the relationship between diet and acne. Results indicate that high-glycemic foods, dairy products, whey protein, and saturated fats exacerbate acne through hormonal and inflammatory mechanisms, while fiber, fruits, vegetables, and omega-3 fatty acids have protective effects. In conclusion, nutrition plays a significant role in acne severity, emphasizing the importance of balanced dietary patterns and nutrition education as supportive strategies for acne management, particularly among adolescents.
Indeks Massa Tubuh sebagai Biomarker Prognostik untuk Akne Vulgaris: Suatu Tinjauan Sistematis tentang Pencegahan dan Terapi Ni Made Suari Asih; Ida Ayu Diah Purnama Sari; Bayu Kresna Wiratama
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v12i2.278

Abstract

Acne vulgaris is one of the most common dermatological conditions affecting more than 0.5 billion people worldwide. Several studies have shown that body mass index has a positive correlation with acne vulgaris. This systematic review aims to evaluate whether body mass index can serve as a prognosic biomarker for the severity of acne vulgaris due to prevention and therapeutics of acne vulgaris. A systematic search was conducted using Publish or Perish following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Studies included human participants aged 14–22 from Asia. Nine studies met the inclusion criteria, encompassing 1,563 participants (including acne cases and controls where applicable). Five studies demonstrated a statistically significant correlation between body mass index and acne severity. The remaining four showed inconsistent or non-significant associations, potentially due to differences in sample size, population characteristics, or control for confounding factors such as diet, hormonal status, and medication use. Most studies used standardized acne severity scales such as the Global Acne Grading System (GAGS). The findings indicate that high body mass index are generally associated with increased severity of acne vulgaris, supporting the potential body mass index could be a valuable addition to acne prevention and management strategies.
Hubungan Lingkar Pinggang Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Orang Dewasa Di Puskesmas Tejakula I Sangging, Ni Nengah Aurellia Argyanti; Ni Made Sri Dewi Lestari; Ida Ayu Diah Purnama Sari
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.936

Abstract

Pendahuluan: Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko terjadinya resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah yang berujung pada diabetes melitus tipe 2. Lingkar pinggang merupakan indikator untuk menilai distribusi lemak visceral. Peningkatan kasus obesitas sentral dan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Tejakula I mendorong perlunya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara LP dengan kadar GDS pada orang dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Tejakula I pada bulan Juli–Agustus 2025. Sampel berjumlah 127 orang dewasa berusia 19–59 tahun yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Lingkar pinggang diukur menggunakan metline, sedangkan kadar gula darah sewaktu diperiksa dengan GCU. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Koefisien Korelasi (r) sebesar 0,282, maka hal tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan lingkar pinggang dengan gula darah sewaktu memiliki hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang rendah. Kemudian nilai Signifikansi Korelasi (p) didapatkan sebesar 0,001. Nilai p<0,05 memberi arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Pembahasan: Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan lingkar pinggang berhubungan dengan meningkatnya risiko hiperglikemia. Hasil penelitian sejalan dengan teori dan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa obesitas sentral mengakibatkan inflamasi kronik tingkat rendah. Simpulan: Terdapat hubungan lemah yang signifikan antara lingkar pinggang dengan gula darah sewaktu pada orang dewasa di Puskesmas Tejakula I.  Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Gula Darah Sewaktu, Lingkar Pinggang, Obesitas Sentral.