Abstrak Pendahuluan: Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mengandung beragam senyawa bioaktif yang berpotensi untuk pengembangan fitofarmaka. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review berbasis bibliometrik, di mana data bibliografis terkait Piper betle L. dikumpulkan dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat R-Biblioshiny untuk memetakan tren publikasi, kolaborasi penulis, serta tema penelitian yang relevan. Pembahasan: Hasil penelitian in vitro menunjukkan aktivitas antimikroba yang luas, baik terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif, serta sifat antiinflamasi dan antioksidan yang mendukung penyembuhan luka. Inovasi formulasi, seperti nanoemulsi berbasis ekstrak sirih, terbukti meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan efektivitas bioaktif sehingga efektif diaplikasikan pada kesehatan mulut, khususnya sebagai obat kumur alami untuk pencegahan karies. Perbandingan lintas studi nasional dan internasional memperlihatkan konsistensi manfaat daun sirih hijau sebagai agen terapeutik, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan dalam bentuk uji klinis berskala besar. Kesimpulan: Dengan demikian, daun sirih hijau dapat dipandang sebagai sumber potensial untuk mendukung inovasi produk kesehatan berbasis herbal yang aman, efektif, dan terstandar. Kata Kunci: Bahan Aktif; Piper betle L.; Daun Sirih Hijau; Implementasi Kesehatan
Copyrights © 2025